Gejala Dan Penyebab Penyakit Kawasaki Pada Anak

 

Penyakit Kawasaki Pada Bayi
ilustrasi bayi


Penyebab penyakit Kawasaki pada anak

Apakah anda pernah mendengar mengenai penyakit Kawasaki ? Atau bahkan mungkin pernah melihat langsung seseorang yang mengalami penyakit ini, atau mungkin juga anda sendiri? Apapun itu, penyakit yang diperkenalkan oleh salah satu dokter di Jepang bernama Dr. Tomisaku Kawasaki ini, adalah penyakit yang harus segera ditangani dengan baik agar tidak terjadi komplikasi yang berakibat fatal.

Penyakit ini diperkenalkan pada tahun 1967. Pada tahun tersebut, sudah sebanyak 50 anak menderita penyakit ini di kota Tokyo, Jepang. Sebelumnya, para orang tua seringkali mengabaikan gejala yang terjadi pada anak mereka dengan berpikir bahwa menggunakan obat penurun panas saja sudah cukup. Ya, memang gejala yang timbul pada anak yang terkena penyakit Kawasaki tidaklah terlalu menonjol. Gejalanya mirip dengan demam ataupun penyakit ringan lain yang juga disertai radang pada mulut dan lidah. Meski dengan penanganan demikian, gejala yang dialami akan mereda, namun ternyata penyakit tersebut tidak akan berhenti sampai di situ saja. Apa yang dapat ditimbulkan oleh penyakit Kawasaki ini ?

Gejala Penyakit Kawasaki :

Gejala penyakit Kawasaki biasa dialami oleh anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Di tahap awal, gejala yang timbul adalah anak tersebut mengalami demam hingga mencapai suhu 38,5 derajat celcius selama lebih dari satu minggu. Kemudian, disertai dengan ruam-ruam pada kulit tubuh dan daerah genital, mata memerah, bibir kering dan pecah-pecah, serta lidah yang timbul bintil seperti strawberry, kulit bengkak dan menjadi merah pada tangan dan kaki, kelenjar getah bening membengkak dan kondisi emosi yang cepat marah.

Jika anak tersebut mengalami hampir semua gejala tersebut, maka sebaiknya harus segera dibawa ke dokter. Mengapa? Di tahap kedua gejala ini, kondisi kulit akan terkelupas pada bagian ujung jari tangan dan kaki, kemudian anak akan sering mengalami nyeri perut, muntah dan diare. Pada tahap selanjutnya, gejalanya akan menurun namun akan timbul komplikasi terhadap kondisi jantung.

Ya, banyak orang tua lalai memperhatikan gejala tersebut sehingga pada akhirnya menimbulkan akibat yang fatal. Sebenarnya, penyakit yang dalam bahasa latin disebut mucocutaneous lymphnode syndrome ini, jika segera ditangani dengan baik segera ketika gejala itu terlihat, maka penyakit ini dapat diobati hingga tuntas. Padahal, gejala sudah muncul dalam 2 hingga 3 hari setelah gejala awalnya timbul. Tetapi, banyak orang tua yang tidak mengerti hanya memberikan antibiotik saja. Sehingga pada akhirnya dapat merusak bagian otot jantung hingga sampai kepada gagal jantung.

Komplikasi terhadap jantung terjadi sekitar 7-8 minggu sejak timbulnya demam. Pada kondisi ini, pembuluh darah awalnya akan melebar, namun tidak lama kemudian akan tersumbat atau menyempit pada bagian dalamnya sehingga darah tidak mengalir dan menyebabkan kematian otot jantung. Hal inilah yang nantinya akan menyebabkan gagal jantung.

Cara Mengatasi Penyakit Kawasaki :

Penanganan terhadap penyakit Kawasaki ditentukan oleh tahap yabg dialami oleh si penderita. Semakin awal ditangani, maka semakin mudah pula cara penanganannya. Pada tahap awal misalnya, penderita cukup diberikan infus dan obat-obatan. Namun, jika sudah mencapai komplikasi, maka penderita harus dioperasi.

Penanganan terhadap pasien Kawasaki yang sudah mencapai level tinggi dengan menggunakan obat cukuplah menghabiskan banyak biaya. Apalagi, banyak obat yang digunakan sesuai berat badan pasien tersebut. Karena itu, jika anda melihat kondisi demam disertai gejala penyakit Kawasaki, segeralah bawa ke dokter.

0 Response to "Gejala Dan Penyebab Penyakit Kawasaki Pada Anak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel